Pembangunan infrastruktur menjadi pilar utama Pemerintah Kabupaten Badung di bawah kepemimpinan Bupati Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta.
Untuk mewujudkan mimpi besar tersebut, Bupati Adi Arnawa mengambil langkah strategis dengan mencari pendanaan melalui skema pinjaman. Upaya ini dilakukan agar kebutuhan pembiayaan pembangunan jalan tidak sampai mengganggu program mandatori daerah lainnya.
Mantan Sekda Badung ini menyadari betul bahwa jika hanya mengandalkan APBD murni, butuh waktu bertahun-tahun untuk merealisasikan program yang telah dijanjikan kepada masyarakat. Skema pinjaman dinilai menjadi solusi cerdas; selain mempercepat terwujudnya akses jalan baru, langkah ini juga menjadi upaya berkejaran dengan harga tanah yang terus membumbung tinggi.
Jika proyek ini ditunda, biaya yang dibutuhkan di masa depan dipastikan akan membengkak, terutama untuk keperluan pembebasan lahan.
Kekhawatiran lain yang mendasari kebijakan ini adalah ancaman kemacetan. Jika kebutuhan jalan baru tidak segera diwujudkan, kemacetan parah yang kerap menghiasi titik-titik strategis pada jam tertentu akan semakin memburuk. Kondisi ini tentu berdampak negatif bagi keberlangsungan pariwisata Bali, khususnya di Kabupaten Badung.
Pemerintah tidak ingin kenyamanan wisatawan terusik hingga membuat mereka enggan berkunjung kembali ke Pulau Dewata. Sebab, jika sektor pariwisata terganggu, masyarakat luas jugalah yang akan merasakan dampaknya.
Bagi Bupati Adi Arnawa, merawat pariwisata adalah sebuah keharusan yang mutlak.
"Karena untuk mendatangkan wisatawan, tidak cukup hanya dengan mengundang atau mengajak mereka datang," ujarnya.
Oleh karena itu, menyiapkan segala fasilitas pendukung demi menciptakan keamanan dan kenyamanan merupakan hal yang tidak bisa ditawar.
"Maka saat ini, pembangunan prioritas kami adalah penanganan kemacetan," tegas Adi Arnawa.
Pemerintah Kabupaten Badung menjadwalkan pembangunan fisik dimulai pada tahun 2026, setelah proses pembebasan lahan rampung diselesaikan pada tahun 2025.
Proyek pembangunan dan pelebaran jalan ini mencakup beberapa titik krusial:
Kawasan Kuta Utara: Jalan Subak Sari – Umalas – Jalan Banjar Semer dan Jalan Banjar Semer – Jalan Teuku Umar Barat.
Kawasan Kuta Selatan: Trase Pecatu – Jalan Melasti, Jalan Raya Uluwatu – Pasar Desa Adat Pecatu, Trase Pecatu – Pura Kulat – Labuan Sait, dan Labuan Sait – Pedati.
Selain titik-titik di atas, pemerintah daerah juga tengah mengupayakan tiga trase penghubung penting lainnya, yaitu: Jalan Pedati – Pantai Balangan, Pantai Balangan – Jimbaran Hijau, Jimbaran Hijau – Jimbaran.
Demi merealisasikan proyek skala besar ini, Pemerintah Kabupaten Badung menjalin kerja sama pinjaman dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) senilai Rp2,83 triliun. Angka tersebut tentu bukan nilai investasi yang kecil, namun langkah berani ini diambil demi membangun fondasi perekonomian Badung yang kuat dalam jangka panjang. Bravo Bupati Badung, Wayan Adi Arnawa! (*)
Oleh: Nyoman Alit Sukarta
Penulis adalah Jurnalis POS BALI, Lulusan Magister Ilmu Komunikasi Hindu - Pascasarjana IHDN Denpasar.