
Adi Arnawa, Bupati yang Adung untuk Masyarakat Badung Belum genap dua bulan sejak I Wayan Adi Arnawa dan Bagus Alit Sucipta dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Badung periode 2025–2030, sudah banyak dinamika yang terjadi di Pemerintahan Gumi Keris. Sebagai pengamat, penulis akan mencoba merangkum berbagai peristiwa penting yang terjadi dalam sebulan terakhir.
Pada hari pertama menjabat sebagai Bupati Badung, Adi Arnawa langsung tancap gas dengan meninjau sejumlah TPS3R di kawasan Kuta Selatan. Seperti yang dikutip dari Prokompim Kabupaten Badung, beliau ingin memastikan bahwa teknologi pengolahan sampah yang digunakan dapat diterapkan di seluruh wilayah Badung, guna mengurangi bahkan menghilangkan ketergantungan pada TPA Suwung, serta menyelesaikan masalah kronis sampah yang selama ini menjadi tantangan besar di Badung.
Kita harus mengakui bahwa program Rp2 juta/KK menjadi salah satu faktor utama yang mengantarkan pasangan AdiCipta memenangkan Pilkada Serentak 2024. Merealisasikan program ini menjadi krusial untuk menjaga kepercayaan masyarakat. Namun, tantangan muncul saat program ini mulai disosialisasikan. Perubahan syarat penerima bantuan dan harapan masyarakat bahwa semua KK di Badung akan mendapatkannya, terbentur oleh regulasi yang ada.
Momen ini tentu dimanfaatkan oleh lawan politik maupun pegiat media sosial untuk mengkritisi. Beberapa pihak bahkan mengunggah kembali pidato kampanye Adi Arnawa, menuntut klarifikasi, hingga meminta permohonan maaf karena dianggap tidak menepati janji kampanye. Lantas, bagaimana respons Adi Arnawa? Tanpa banyak berdebat atau mengklarifikasi di berbagai media, pada 26 Maret lalu, bersama Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta, Adi Arnawa merealisasikan pembagian Bantuan Sosial sebesar Rp2 juta per KK kepada masyarakat Muslim menjelang Hari Raya, dan pada 16 April untuk masyarakat Hindu di Kabupaten Badung.
Selain itu juga Pemerintah Kabupaten Badung mengambil langkah progresif dalam memperkuat tata kelola administrasi kependudukan melalui peluncuran program perdana ‘Penghargaan Atas Prestasi Tertib Administrasi Pengurusan Akta Kematian’. Program ini merupakan implementasi nyata dari visi dan misi Sapta Kriya Adicipta, sekaligus mendukung kebijakan nasional Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (GISA) yang dicanangkan oleh Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Peluncuran perdana program ini dilakukan langsung oleh Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, yang menyerahkan akta kematian dan penghargaan kepada keluarga almarhumah Ni Kadek Emi Widyasari di rumah duka, Jalan Majapahit, Gang Soka, Banjar Pelasa, Kuta, Badung, Jumat (11/4). Almarhumah dilaporkan oleh keluarga dalam kurun waktu kurang dari tujuh hari sejak meninggal dunia. Atas ketepatan pelaporan tersebut, suami sekaligus ahli waris, Agus Made Surya Wardana, menerima insentif senilai Rp 10 juta yang disalurkan melalui transfer langsung ke rekening miliknya di BPD Bali, sesuai ketentuan Peraturan Bupati Badung Nomor 9 Tahun 2025. Bupati Badung menyampaikan program ini bukan semata soal insentif finansial, tetapi merupakan strategi edukatif dan preventif dalam membangun budaya sadar administrasi. Adi Arnawa menilai, tertib administrasi tidak hanya berdampak pada validitas data kependudukan, tetapi juga menjadi dasar penting dalam pembangunan yang tepat sasaran dan berkeadilan.
Melihat tiga langkah awal ini, tampak bahwa Adi Arnawa adalah pemimpin yang straight to the point, fokus pada tujuan, dan memahami betul bagaimana memimpin Gumi Keris untuk lima tahun ke depan. Ia sadar betul bahwa di era media sosial, setiap kebijakan dan gerak-gerik pemerintah akan terus diawasi publik. Terlebih, dengan masyarakat Badung yang sangat heterogen, perumusan kebijakan memang harus menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Adi Arnawa tampaknya juga memahami satu prinsip penting: selama kebijakan yang dijalankan berpihak pada masyarakat luas, para pengkritik akan 'diserang balik' oleh publik itu sendiri, tanpa perlu ia turun tangan.
Maka dari itu, rasanya tidak berlebihan untuk menyatakan, "Adi Arnawa, Bupati yang adung (cocok) untuk masyarakat Badung." Namun, jika Anda belum setuju, Anda bisa bertanya langsung kepada masyarakat Badung: "Apakah Adi Arnawa Bupati yang adung untuk masyarakat Badung?" Lalu, di mana Anda akan berpijak—pada pernyataan, atau pada pertanyaan?
Penulis : I Putu Yoko Sunarmayasa
16-03-2026
16-03-2026
16-03-2026
Website resmi Bagian Protokol Dan Komunikasi Pimpinan Setda Kabupaten Badung
Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung, Jalan Raya Sempidi Mengwi - Badung
0361 9009316
humaskabupatenbadung@gmail.com