Ketua Koordinator Kesejahteraan Sosial (K3S) Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, menghadiri kegiatan Gerakan Badung Peduli yang dirangkaikan dengan Sosialisasi HIV/AIDS dan Narkoba kepada remaja setempat. Acara ini berlangsung di Wantilan Pura Puseh, Desa Jagapati, Kecamatan Abiansemal, pada Jumat (19/06/2026).
Turut hadir dalam kesempatan tersebut Anggota DPRD Badung I Gede Budiyoga, Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Perikanan, Kepala Dinas Kebudayaan, Plt. Camat Abiansemal, serta Kepala Desa Jagapati. Hadir pula narasumber dari Yayasan Westerlaken Alliance Indonesia dan BNN Kabupaten Badung, serta perwakilan Yayasan Bunga Bali, Gerakan Badung Peduli, dan jajaran PKK dari tingkat Kabupaten, Kecamatan, hingga Desa Jagapati.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penebaran bibit ikan nila di lingkungan Taman Tibu Beneng, Desa Jagapati. Aksi ini bertujuan untuk melestarikan lingkungan sekaligus meningkatkan potensi sumber daya alam lokal. Setelah itu, rombongan bertolak ke Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) untuk menanam pohon bunga sandat guna mendukung penghijauan dan memperindah kawasan.
Agenda kemudian dilanjutkan dengan kunjungan langsung ke rumah warga yang mengidap penyakit kanker dan stroke. Kunjungan ini bertujuan untuk memberikan dukungan moril serta meninjau pemenuhan kebutuhan dasar mereka. Sebagai penutup, rombongan mengunjungi rumah warga penerima bantuan program bedah rumah dari Pemkab Badung, serta bantuan bedah dapur dari Yayasan Bunga Bali.
Dalam sambutannya, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata dari semangat Gerakan Badung Peduli yang tidak hanya berfokus pada bantuan sosial, melainkan juga menyentuh aspek lingkungan, pemberdayaan, serta perlindungan generasi muda. "Sosialisasi HIV AIDS dan bahaya narkoba kepada remaja menjadi sangat penting agar mereka memiliki pengetahuan yang benar, terhindar dari risiko, dan mampu menjaga diri demi masa depan yang cerah," ucapnya.
Ia menambahkan bahwa kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, dan tokoh masyarakat menjadi kunci keberhasilan dalam mewujudkan Badung yang sehat, aman, dan sejahtera. Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin rasa kebersamaan dan kepedulian antarwarga yang semakin kuat.
Di sisi lain, narasumber dari BNN Kabupaten Badung dan Yayasan Westerlaken Alliance Indonesia memberikan materi secara interaktif kepada para remaja yang hadir. Mereka memaparkan materi mengenai cara pencegahan, penanganan, serta meluruskan mitos dan fakta yang sering beredar di masyarakat terkait HIV/AIDS dan penyalahgunaan narkoba.
(Prokompim/Badung)